Kami adalah seorang guru dibeberapa sekolah di Bogor, salah satunya kami mengajar disekolah swasta yang berada dibawah naungan sebuah yayasan kecil, dimana yayasan tersebut juga mengelola sebuah panti asuhan yang menyantuni dan mengasuh anak yatim dan duafa.
Dimana kami juga ikut memberikan latihan tentang beberapa keterampilan untuk mereka.
Saat krisis memporakporandakan setiap sendi ekonomi negri ini, dampaknya begitu luar biasa hingga donatur yang mensuplay kebutuhan panti ini berkurang drastics hingga pengurus Panti Asuhan memutuskan hanya menyekolahkan sampai tingkat SLTP saja.
Setelah lulus SLTP anak-anak asuh akan dikembalikan pada kerabatnya masing-masing.
Masalahnya, beberapa dari mereka tidak pernah mengetahui siapa kerabatnya, karena dari kecil mereka hanya tau panti asuhan itulah tempat tinggal mereka tanpa mereka mengerti siapa orang tua bahkan sanak keluarga, sebatang kara.
Melihat kondisi itu kami memberanikan diri untuk memboyong beberapa dari mereka kerumah kami. Kami sekolahkan mereka ke SLTA (SMU, SMK, MA dsb).
Tak disangka, langkah sederhana kami ini mendapat sambutan dari keluarga besar kami, teman-teman kerja kami, teman kuliah dan bahkan lingkungan tempat tinggal kami.
Dan semakin lama anak asuh kami semakin bertambah bahkan dari berbagai tingkatan umur hingga akhirnya kami memutuskan melegalkan kegiatan kami ini, menjadi sebuah lembaga.
Didirikanlah sebuah yayasan yang kami namakan Yayasan Akbar Al-Qi, dengan Program pengasuhan yang kami namakan “….Pondok Yatim,..Rumah duafa….”